Harta Tahta Raisa Case: Case Harta Tahta Raisa design by BLEKI WEAR. If you a fan of raisa, this phone case is a must for you, case for iPhone 4/4s. But don't worry this case is also available for iPhone 5/5s/5c and for samsung galaxy note 2, 3, samsung galaxy s3 and s4.
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LDMrL
MURAI SI BURUNG PENYANYI
Oleh Endang Firdaus
Suatu kali, Dewa Wisnu menitis ke tubuh Krisna, seorang raja di India. Krisna amat gemar pergi ke hutan. Di sana ia akan meniup serulingnya. Suara merdu memenuhi hutan itu. Seluruh satwa akan berdiam diri untuk menikmatinya. Krisna menjadi sahabat binatang-binatang itu.
Suatu hari, seusai bermain seruling, Krisna berbaring di bawah sebuah pohon rindang. Angin yang lembut membuatnya mengantuk. Ia pun tertidur. Seorang pemuda berpakaian penuh robek mengendap-endap mendekatinya. Pemuda itu lalu mengambil seruling Krisna, lalu cepat pergi.
Setelah berada di tempat jauh, pemuda itu meniup seruling. Ia mencoba memainkan lagu yang biasa dimainkan Krisna. Namun, pemuda itu tak dapat melakukan. Ia pun terus berusaha, tetapi tetap saja tidak berhasil. Suara yang keluar dari seruling itu tak beraturan, patah-patah, dan sangat tidak enak didengar. Suara itu amatlah sumbang.
Krisna terbangun oleh suara yang tidak mengenakkan itu. Cepat ia mencari serulingnya. Ia tak menemukan. Lalu ia segera sadar jika suara sumbang yang didengarnya berasal dari serulingnya. Krisna cepat bangkit. Didatanginya asal suara. Ia menemukan si Pemuda yang tengah meniup serulingnya. Didekatinya.
“Anak muda, berani sekali kau mencuri serulingku!” hardik Krisna sangat marah sekali.
Si Pemuda terkejut. Penuh ketakutan ia berlutut di kaki Krisna. Ia memohon maaf. Katanya menghiba, “Maafkanlah saya. Saya tidak bermaksud mencuri seruling Tuan. Saya hanya ingin mencoba memainkannya saja. Saya ingin bisa bermain seruling sebagus Tuan.”
Krisna merasa iba. Ia tahu pemuda itu jujur. Tetapi ia tak bisa memaafkannya yang telah mengambil serulingnya tanpa seiizinnya. Itu mencuri namanya. Krisna memutuskan akan menghukumnya. Ia lalu menyentuh tubuh pemuda itu.
Plop!
Pemuda itu berubah menjadi seekor burung berbulu biru. Burung itu dapat mengeluarkan suara merdu, mirip suara permainan seruling Krisna. Burung itu lalu dikenal sebagai burung murai, si Burung Penyanyi dari Malabar.
Harta Tahta Raisa Case: Case Harta Tahta Raisa design by BLEKI WEAR. If you a fan of raisa, this phone case is a must for you, case for iPhone 4/4s. But don't worry this case is also available for iPhone 5/5s/5c and for samsung galaxy note 2, 3, samsung galaxy s3 and s4.
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LDMrL
Saturday, August 23, 2014
Monday, August 11, 2014
Dongeng dari Cina
Snowsicle Glossy Lipstick: Lime Crime Snowsicle is a magical unicorn inspired clear gloss packed with rainbow. Glossy Lipstick aka Carousel Gloss, is intense liquid lip color loaded with pigment and sparkle. Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmb5
FU SEN MENDAPAT PELAJARAN
Oleh Endang Firdaus
Fu Sen menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Kamarnya terang benderang bak siang. Di lantai, buku-buku berserakan. Fu Sen memperhatikan kesal buku-buku itu.
Fu Sen bangun. Ia lalu berjalan hilir-mudik di kamarnya. Tangan kiri dimasukkan ke kantung celana. Tangan kanan menarik-narik rambut. Fu Sen seperti tengah putus asa. Lalu, penuh marah, disepaknya buku-buku.
“Aku tak mau belajar lagi! Aku tak mau lagi membaca buku!” Fu Sen memaki dalam hati. “Akan kubakar semua buku besok!”
Fu Sen mematikan lampu. Ia lalu keluar kamar. Dibantingnya pintu keras-keras. Fu Sen melangkah ke halaman, lalu pergi ke jalan. Sementara mulutnya mengomel tidak menentu. Saat itu dini hari. Suasana begitu senyap. Tak ada orang lalu-lalang. Fu Sen melihat satu benda hitam di bawah tiang lampu jalan.
Fu Sen menghampiri. Langkahnya cepat. Fu Sen menemukan seorang perempuan tua berpakaian penuh sobek di sana-sini. Perempuan tua itu tengah menggaruk-garukkan tangannya di atas sebuah batu. Fu Sen merasa heran. Tanyanya, “Nek, apa yang sedang Nenek lakukan di malam sunyi begini di sini?”
Tanpa menoleh dan terus melakukan pekerjaannya, perempuan tua itu menjawab, “Aku sedang mengasah paku agar menjadi jarum untuk menjahit pakaianku yang sobek-sobek ini.”
Fu Sen mengernyitkan dahi. “Membuat jarum dari paku?” gumamnya. Tiba-tiba ia merasa malu pada dirinya sendiri. Perempuan tua itu begitu gigih untuk menjadikan sebuah paku menjadi jarum untuk menjahit pakaiannya yang sobek-sobek. Ia melakukannya tanpa keluh-kesah. Sementara ia?
Fu Sen cepat pulang. Ia masuk ke kamarnya. Dinyalakannya lampu. Dipungutnya semua buku dan meletakkannya di meja. Ia lalu mulai membaca penuh tekun. Fu Sen yang hampir putus asa akhirnya menjadi seorang profesor yang sangat termashur di Negeri Cina.
FU SEN MENDAPAT PELAJARAN
Oleh Endang Firdaus
Fu Sen menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Kamarnya terang benderang bak siang. Di lantai, buku-buku berserakan. Fu Sen memperhatikan kesal buku-buku itu.
Fu Sen bangun. Ia lalu berjalan hilir-mudik di kamarnya. Tangan kiri dimasukkan ke kantung celana. Tangan kanan menarik-narik rambut. Fu Sen seperti tengah putus asa. Lalu, penuh marah, disepaknya buku-buku.
“Aku tak mau belajar lagi! Aku tak mau lagi membaca buku!” Fu Sen memaki dalam hati. “Akan kubakar semua buku besok!”
Fu Sen mematikan lampu. Ia lalu keluar kamar. Dibantingnya pintu keras-keras. Fu Sen melangkah ke halaman, lalu pergi ke jalan. Sementara mulutnya mengomel tidak menentu. Saat itu dini hari. Suasana begitu senyap. Tak ada orang lalu-lalang. Fu Sen melihat satu benda hitam di bawah tiang lampu jalan.
Fu Sen menghampiri. Langkahnya cepat. Fu Sen menemukan seorang perempuan tua berpakaian penuh sobek di sana-sini. Perempuan tua itu tengah menggaruk-garukkan tangannya di atas sebuah batu. Fu Sen merasa heran. Tanyanya, “Nek, apa yang sedang Nenek lakukan di malam sunyi begini di sini?”
Tanpa menoleh dan terus melakukan pekerjaannya, perempuan tua itu menjawab, “Aku sedang mengasah paku agar menjadi jarum untuk menjahit pakaianku yang sobek-sobek ini.”
Fu Sen mengernyitkan dahi. “Membuat jarum dari paku?” gumamnya. Tiba-tiba ia merasa malu pada dirinya sendiri. Perempuan tua itu begitu gigih untuk menjadikan sebuah paku menjadi jarum untuk menjahit pakaiannya yang sobek-sobek. Ia melakukannya tanpa keluh-kesah. Sementara ia?
Fu Sen cepat pulang. Ia masuk ke kamarnya. Dinyalakannya lampu. Dipungutnya semua buku dan meletakkannya di meja. Ia lalu mulai membaca penuh tekun. Fu Sen yang hampir putus asa akhirnya menjadi seorang profesor yang sangat termashur di Negeri Cina.
Friday, July 25, 2014
Artikel
Gissele Flat: This black-suede pair features a red rose decorated are great for long days at the office or weekend errands. Perfect for you. Made with suede, its perferct to everyday use. Design by Minimal.
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmeF
FLU BURUNG
Oleh Endang Firdaus
Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasa menjangkiti burung dan mamalia, yaitu virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
Virus influenza tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3 sampai 5 hari. Burung liar dan unggas ternak dapat menjadi sumber penyebar H5N1.
Penularan Flu Burung
Virus H5N1 dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan.
Pencegahan
Virus H5N1 dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Virus akan mati dalam suhu yang tinggi. Untuk mencegah penularan:
1. daging dan telur harus dimasak matang
2. cuci tangan dengan antiseptik
3. kebersihan tubuh dan pakaian harus dijaga
4. cuci tangan sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah
5. jangan pelihara unggas di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal
6. jauhkan peternakan dari perumahan
7. hewan atau burung yang mati mendadak harus dimusnahkan
Gejala Pengidap Flu Burung
Orang yang terkena flu burung harus secepatnya di bawa ke dokter atau rumah sakit. Jika tidak, kematianlah yang akan terjadi. Adapun gejala dari orang yang mengidap penyakit ini adalah:
1. demam tinggi
2. keluhan pernapasan dan perut
Papaya Lipsticks Sheer: The Nutri Shine products are less waxy, more slippery, and sheerer. The color selection is quite neutral, you don't need to a mirror to apply them. They are like a gloss in stick form.
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmcw
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmeF
FLU BURUNG
Oleh Endang Firdaus
Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasa menjangkiti burung dan mamalia, yaitu virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.
Virus influenza tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3 sampai 5 hari. Burung liar dan unggas ternak dapat menjadi sumber penyebar H5N1.
Penularan Flu Burung
Virus H5N1 dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan.
Pencegahan
Virus H5N1 dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Virus akan mati dalam suhu yang tinggi. Untuk mencegah penularan:
1. daging dan telur harus dimasak matang
2. cuci tangan dengan antiseptik
3. kebersihan tubuh dan pakaian harus dijaga
4. cuci tangan sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah
5. jangan pelihara unggas di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal
6. jauhkan peternakan dari perumahan
7. hewan atau burung yang mati mendadak harus dimusnahkan
Gejala Pengidap Flu Burung
Orang yang terkena flu burung harus secepatnya di bawa ke dokter atau rumah sakit. Jika tidak, kematianlah yang akan terjadi. Adapun gejala dari orang yang mengidap penyakit ini adalah:
1. demam tinggi
2. keluhan pernapasan dan perut
Papaya Lipsticks Sheer: The Nutri Shine products are less waxy, more slippery, and sheerer. The color selection is quite neutral, you don't need to a mirror to apply them. They are like a gloss in stick form.
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmcw
Saturday, July 5, 2014
A Folktale from Kalimantan
Snowsicle Glossy Lipstick: Lime Crime Snowsicle is a magical unicorn inspired clear gloss packed with rainbow. Glossy Lipstick aka Carousel Gloss, is intense liquid lip color loaded with pigment and sparkle. Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmb5
LAIAMON AND CROCODILE
By Endang Firdaus
Laiamon was the daughter of Dayak chief. One day, she went to the river to take a bath. She was swimming when a crocodile held her leg.
“Oh, please don’t eat me!” cried Laiamon.
“Hohoho!” laughed the crocodile. “I won’t let you go. I like eating pretty girls very much.”
Laiamon was a clever girl. She then said, “My father is a chief. He is a rich man. He will give you anything you want if you free me.”
“Is it right?” asked the crocodile.
“Yes.”
“Ok,” said the crocodile. “Tell your father to give me a baby to eat every day.”
The crocodile let Laiamon go. Quickly Laiamon swam to the river bank and went home. She told what she had experienced to her father. Her father then called his people to discuss about the crocodile had asked.
The next day, the chief and his people went to the river. They brought a pig for the crocodile.
“Good morning, Crocodile,” said the chief.
“Do you bring a baby for me?” asked the crocodile.
“We have no babies in the village,” said the chief. “We can only give you a pig this time.”
“Don’t lie to me!”
“Of course not. Later if there is a baby in the village, we will bring it to you. Now, please take this pig.”
“All right.”
The chief threw the pig into the river. The crocodile quickly ate the pig. “Hmm, it’s very delicious!” said the crocodile. Not long after that, this creature’s stomach ached. It moaned and groaned. Then it died.
“Father, how did you kill the crocodile?” asked Laiamon.
“We have filled the pig with poison,” said the chief. “This creature had killed many people. I’m proud of you, Laiamon. You could get away from the crocodile. Remember my daughter, if you are brave, you can beat evil things.”
LAIAMON AND CROCODILE
By Endang Firdaus
Laiamon was the daughter of Dayak chief. One day, she went to the river to take a bath. She was swimming when a crocodile held her leg.
“Oh, please don’t eat me!” cried Laiamon.
“Hohoho!” laughed the crocodile. “I won’t let you go. I like eating pretty girls very much.”
Laiamon was a clever girl. She then said, “My father is a chief. He is a rich man. He will give you anything you want if you free me.”
“Is it right?” asked the crocodile.
“Yes.”
“Ok,” said the crocodile. “Tell your father to give me a baby to eat every day.”
The crocodile let Laiamon go. Quickly Laiamon swam to the river bank and went home. She told what she had experienced to her father. Her father then called his people to discuss about the crocodile had asked.
The next day, the chief and his people went to the river. They brought a pig for the crocodile.
“Good morning, Crocodile,” said the chief.
“Do you bring a baby for me?” asked the crocodile.
“We have no babies in the village,” said the chief. “We can only give you a pig this time.”
“Don’t lie to me!”
“Of course not. Later if there is a baby in the village, we will bring it to you. Now, please take this pig.”
“All right.”
The chief threw the pig into the river. The crocodile quickly ate the pig. “Hmm, it’s very delicious!” said the crocodile. Not long after that, this creature’s stomach ached. It moaned and groaned. Then it died.
“Father, how did you kill the crocodile?” asked Laiamon.
“We have filled the pig with poison,” said the chief. “This creature had killed many people. I’m proud of you, Laiamon. You could get away from the crocodile. Remember my daughter, if you are brave, you can beat evil things.”
Wednesday, June 18, 2014
Artikel
Fastlane Gents: Caterpillar Fastlane Gents 44 mm, With balck and gray color. The analogue display of the watch adds to its charm and is the perfect companion on the wrist for the classic sophisticated individual.
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmbs
PENYAKIT TBC
Oleh Endang Firdaus
Penyakit TBC menyerang siapa saja dan di mana saja. Setiap tahun, di Indonesia bertambah seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahun disebabkan oleh TBC. Indonesia adalah negara ketiga terbesar di dunia dengan masalah TBC.
Penyebab Penyakit TBC
Penyakit TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium Tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal sebagai Batang Tahan Asam. Bakteri ini ditemukan Robert Koch pada 24 Maret 1882, sehingga diberi nama baksil Koch dan penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut Koch Pulmonum.
Penyakit TBC menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium Tuberkulosa yang dilepaskan saat penderita TBC batuk. Pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Karena itu infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, namun organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Saat Mikobakterium Tuberkulosa menginfeksi paru-paru, dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk bulat. Melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri ini akan dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri oleh sel-sel paru.
Pembentukan dinding membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant ini terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen. Pada orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami berkembang biak sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang ini akan menjadi sumber produksi sputum (dahak). Orang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.
Meningkatnya penularan infeksi TBC berhubungan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV, daya tahan tubuh yang lemah atau menurun, virulensi, dan jumlah kuman.
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmbs
PENYAKIT TBC
Oleh Endang Firdaus
Penyakit TBC menyerang siapa saja dan di mana saja. Setiap tahun, di Indonesia bertambah seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahun disebabkan oleh TBC. Indonesia adalah negara ketiga terbesar di dunia dengan masalah TBC.
Penyebab Penyakit TBC
Penyakit TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium Tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal sebagai Batang Tahan Asam. Bakteri ini ditemukan Robert Koch pada 24 Maret 1882, sehingga diberi nama baksil Koch dan penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut Koch Pulmonum.
Penyakit TBC menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium Tuberkulosa yang dilepaskan saat penderita TBC batuk. Pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Karena itu infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, namun organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Saat Mikobakterium Tuberkulosa menginfeksi paru-paru, dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk bulat. Melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri ini akan dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri oleh sel-sel paru.
Pembentukan dinding membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant ini terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen. Pada orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami berkembang biak sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang ini akan menjadi sumber produksi sputum (dahak). Orang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.
Meningkatnya penularan infeksi TBC berhubungan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV, daya tahan tubuh yang lemah atau menurun, virulensi, dan jumlah kuman.
Friday, May 30, 2014
Motivasi
Soni Long Cardi: Sonia Long Cardi by Jenahara for Zalora. with khaki color, with tassel rope in front, regular fit. Open front cardi, long sleeve. This outer is perfect for your casual or formal look.
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmbf
Yuk Belajar dari … NYAMUK
Oleh Endang Firdaus
Nguuung…
Plak!
Ian memukul telapak tangannya ke telinganya untuk membunuh nyamuk yang bernyanyi di telinganya. Tak lama, nyamuk kembali datang mengganggu tidur Ian! Ian kesaaal sekali!
Serangga Menyebalkan
Nyamuk, serangga kecil yang menyebalkan. Meski kecil, ia tidak bisa dianggap remeh!
Nyamuk penyebab banyak penyakit pada manusia. Penyakit demam berdarah yang selalu datang saat musim hujan dan sering merengut nyawa penderitanya disebabkan olehnya.
Nyamuk selalu datang menggangu. Meski sudah berkali-kali mengusirnya, ia selalu datang kembali.
Nyamuk mengganggu tidur kita.
Nyamuk menggangu saat menonton TV.
Nyamuk mengganggu ketika kita sedang belajar.
Konsentrasi kita terganggu, karena kita harus mengusir nyamuk yang datang lagi dan datang lagi. Tepuk sana, tepuk sini, begitu yang selalu kita lakukan untuk mengusir nyamuk.
Belajar dari Nyamuk
Belajar dari nyamuk? Apa yang bisa dipelajari dari serangga kecil menyebalkan dan penyebab banyak penyakit itu? Apakah kita akan belajar menjadi pengganggu hebat darinya?
Nyamuk, meski cuma serangga kecil menyebalkan dan penyebab banyak penyakit, punya semangat pantang menyerah. Ia mau mencoba dan mencoba lagi untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Kegagalan tidak menjadikan nyamuk patah semangat.
Nyamuk yang mencoba hinggap di tubuh kita, sebenarnya ia berada di ambang maut. Tepukan-tepukan yang kita lakukan untuk mengusirnya bisa menyebabkan ia mati. Tetapi nyamuk selalu dan selalu datang kembali untuk berusaha hinggap di tubuh kita, untuk mendapatkan yang diinginkannya: menghisap darah kita untuk kelangsungan hidupnya.
Lalu …
Semangat pantang menyerah itu yang bisa kita jadikan pelajaran dari nyamuk. Jika gagal, coba lagi dan coba lagi. Orang bijak berkata, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
Harapan mendapat yang diinginkan selalu ada.
Harapan meraih cita-cita selalu ada.
Harapan berhasil selalu ada.
Harapan maju selalu ada.
Hari ini gagal, besok belum tentu!
Yuk, belajar dari semangat pantang menyerah nyamuk untuk menjadi manusia yang berhasil!
Find this cool stuff here: http://zocko.it/LCmbf
Yuk Belajar dari … NYAMUK
Oleh Endang Firdaus
Nguuung…
Plak!
Ian memukul telapak tangannya ke telinganya untuk membunuh nyamuk yang bernyanyi di telinganya. Tak lama, nyamuk kembali datang mengganggu tidur Ian! Ian kesaaal sekali!
Serangga Menyebalkan
Nyamuk, serangga kecil yang menyebalkan. Meski kecil, ia tidak bisa dianggap remeh!
Nyamuk penyebab banyak penyakit pada manusia. Penyakit demam berdarah yang selalu datang saat musim hujan dan sering merengut nyawa penderitanya disebabkan olehnya.
Nyamuk selalu datang menggangu. Meski sudah berkali-kali mengusirnya, ia selalu datang kembali.
Nyamuk mengganggu tidur kita.
Nyamuk menggangu saat menonton TV.
Nyamuk mengganggu ketika kita sedang belajar.
Konsentrasi kita terganggu, karena kita harus mengusir nyamuk yang datang lagi dan datang lagi. Tepuk sana, tepuk sini, begitu yang selalu kita lakukan untuk mengusir nyamuk.
Belajar dari Nyamuk
Belajar dari nyamuk? Apa yang bisa dipelajari dari serangga kecil menyebalkan dan penyebab banyak penyakit itu? Apakah kita akan belajar menjadi pengganggu hebat darinya?
Nyamuk, meski cuma serangga kecil menyebalkan dan penyebab banyak penyakit, punya semangat pantang menyerah. Ia mau mencoba dan mencoba lagi untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Kegagalan tidak menjadikan nyamuk patah semangat.
Nyamuk yang mencoba hinggap di tubuh kita, sebenarnya ia berada di ambang maut. Tepukan-tepukan yang kita lakukan untuk mengusirnya bisa menyebabkan ia mati. Tetapi nyamuk selalu dan selalu datang kembali untuk berusaha hinggap di tubuh kita, untuk mendapatkan yang diinginkannya: menghisap darah kita untuk kelangsungan hidupnya.
Lalu …
Semangat pantang menyerah itu yang bisa kita jadikan pelajaran dari nyamuk. Jika gagal, coba lagi dan coba lagi. Orang bijak berkata, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
Harapan mendapat yang diinginkan selalu ada.
Harapan meraih cita-cita selalu ada.
Harapan berhasil selalu ada.
Harapan maju selalu ada.
Hari ini gagal, besok belum tentu!
Yuk, belajar dari semangat pantang menyerah nyamuk untuk menjadi manusia yang berhasil!
Thursday, May 8, 2014
Kisah Nyata
DI ANTARA HIU-HIU
Oleh Endang Firdaus
Udara begitu cerah. Dengan boat kecil, Bramanca meninggalkan Ketapang, menuju Tanjungpandan. Sebuah kompas dan satu walky-talky mendampinginya. Enam mil ke tujuan, mendadak langit gelap. Hujan turun amat lebat. Angin bertiup kencang sekali. Jarum kompas berputar. Bramanca merasa ngeri.
Ia kehilangan arah.
Bramanca menyetel radio.
“Mayday, mayday!” panggilnya.
Dan mendapat jawaban.
Sebuah helikopter SAR segera bergerak, dan berhasil menemukan Bramanca. Pilot pesawat, Letnan Sarifudin, dengan cepat menurunkan tangga tali. Bramanca berusaha menjangkau. Ia hampir berhasil apabila ombak besar tak menghantam boat. Bramanca terlempar ke geladak. Keningnya menimpa lantai, dan luka. Dan ketika ombak besar kembali menerjang, boat terbalik, dan lenyap.
Letnan Sarifudin menyalakan lampu sorot.
Tak terlihat apa-apa.
Ko-pilot Kusnadi memeriksa bahan bakar. Jarum menunjukkan hampir habis. Tepat jam 6 sore helikopter kembali ke pangkalan. “Kita kembali setelah mengisi bahan bakar,” berkata Letnan Sarifudin.
Bramanca yang mengalami naas terlempar ke laut saat boat terbalik. Beruntung ia memakai jaket pelampung. Tubuhnya baru muncul setelah helikopter pergi. Ia, yang pernah mengikuti latihan penyelamatan di laut, tahu cara menghemat tenaga. Tapi setelah 30 menit ia mulai menggigil. Kakinya terasa kaku. Di antara ombak ia tahu akan sulit bagi team SAR menemukannya. Sementara, luka di keningnya terus mengucurkan darah. Bramanca tahu hal itu dapat mengundang datangnya kawanan hiu. Ia harus menyelamatkan hidup. Ia tak mau menyerah. Kalau memang harus mati di sini, doanya. Tuhan, ampunilah segala dosaku.
Tiba-tiba ia merasa satu hantaman keras pada kakinya. Seekor hiu! Bramanca diam. Mereka datang, gumamnya. Mereka pasti kembali. Pukul 10 malam ia merasa jaket pelampungnya mulai hilang kekuatan. Ia berusaha agar kepalanya berada di permukaan air.
Tetes air hujan ditelannya.
Air laut memedihkan matanya.
Ia berdoa tak putus-putus.
Langit kembali terang.
Bramanca melihat bintang-bintang yang gemerlapan di angkasa. Satu bintang tampak terpisah dari yang lain, bergerak ke arahnya. Mungkin bintang itu menunjukkan padaku ke mana aku harus pergi, pikirnya. Ya, Tuhan, selamatkan hambaMu yang tak punya daya ini.
Selesai mengisi bahan bakar, Letnan Sarifudin membawa helikopter kembali ke tempat kecelakaan. Sebuah helikopter angkatan laut menemani. Pencarian tak membawa hasil. Mereka lalu kembali. Pencarian akan dilakukan esok pagi. Di laut, Bramanca membayangkan angkasa dipenuhi pesawat yang mencarinya.
Tengah malam lewat.
Satu hantaman di kakinya membuat Bramanca seketika panik.
Kembali seekor hiu muncul.
Saat fajar, sekumpulan hiu bergerak ke arahnya.
Seekor hiu sapi menyerang.
Bramanca melawan. Dijejakkan kakinya dan berhasil menghantam kepala si hiu.
“Aku belum ingin mati!” serunya.
Lalu dua ekor hiu sapi kembali menyerang. Keduanya berhasil dihalau oleh jejakan kakinya. Kemudian seekor hiu martil menyerang. Dan berhasil diusirnya. Bramanca sangat ngeri saat hiu biru muncul. Tubuhnya gemetar hebat. Ia lega sewaktu makhluk itu pergi.
Bramanca merasa tenaganya kian lemah. Hiu-hiu itu telah membuat tenaganya terkuras. Luka di keningnya pun kian parah. Sayup-sayup di kejauhan terdengar deru mesin. Lalu dilihatnya sebuah helikopter. Namun segera lenyap dari pandangan. Tak lama muncul kembali. Tampak tengah mengadakan pencarian. Ketika helikopter itu berada pada jarak setengah mil, Bramanca melambai-lambaikan jaket pelampungnya.
Pesawat mendekat.
Lalu berada di atasnya.
Bramanca terus melambai-lambaikan jaket pelampungnya, sambil berusaha agar kepalanya tetap berada di permukaan air. Keluhnya, “Kenapa mereka tak juga melihatku?” Di pesawat, Letnan Sarifudin mengarahkan pandangannya ke bawah, berharap dapat melihat boat Bramanca. Tiba-tiba penglihatannya melihat seseorang timbul tenggelam di antara ombak.
“Lihat ada orang di sana!”
Dikirimnya radio ke kapal penjaga pantai.
Ko-pilot Kusnadi melemparkan alarm asap untuk menuntun kapal penjaga pantai ke lokasi. Di bawah, ia melihat Bramanca berenang mati-matian. Di belakang laki-laki malang itu seekor hiu besar membuntuti. Letnan Sarifudin sangat cemas. Serunya pada kapal penjaga pantai melalui radio, “Cepat! Seekor hiu sedang membuntuti orang itu!”
Kapal penjaga pantai melaju kencang ke tempat Bramanca. Si hiu menjauh. Ketika dekat segera diturunkan tangga. Bramanca berusaha meraih, dan berhasil. Ia bergantungan, tak mampu memanjat. Dua orang turun membantu. Bramanca berhasil dinaikkan ke kapal.
Saat itu pukul 9 pagi.
Berarti, Bramanca telah terapung di laut selama lebih dari 15 jam.
Ia lalu dibawa ke rumah sakit di Tanjungpandan. Setelah sembuh keluarganya membawanya pulang. Katanya pada mereka, “Tak percaya aku bila aku masih hidup. Tuhan, terima kasih.”
Oleh Endang Firdaus
Udara begitu cerah. Dengan boat kecil, Bramanca meninggalkan Ketapang, menuju Tanjungpandan. Sebuah kompas dan satu walky-talky mendampinginya. Enam mil ke tujuan, mendadak langit gelap. Hujan turun amat lebat. Angin bertiup kencang sekali. Jarum kompas berputar. Bramanca merasa ngeri.
Ia kehilangan arah.
Bramanca menyetel radio.
“Mayday, mayday!” panggilnya.
Dan mendapat jawaban.
Sebuah helikopter SAR segera bergerak, dan berhasil menemukan Bramanca. Pilot pesawat, Letnan Sarifudin, dengan cepat menurunkan tangga tali. Bramanca berusaha menjangkau. Ia hampir berhasil apabila ombak besar tak menghantam boat. Bramanca terlempar ke geladak. Keningnya menimpa lantai, dan luka. Dan ketika ombak besar kembali menerjang, boat terbalik, dan lenyap.
Letnan Sarifudin menyalakan lampu sorot.
Tak terlihat apa-apa.
Ko-pilot Kusnadi memeriksa bahan bakar. Jarum menunjukkan hampir habis. Tepat jam 6 sore helikopter kembali ke pangkalan. “Kita kembali setelah mengisi bahan bakar,” berkata Letnan Sarifudin.
Bramanca yang mengalami naas terlempar ke laut saat boat terbalik. Beruntung ia memakai jaket pelampung. Tubuhnya baru muncul setelah helikopter pergi. Ia, yang pernah mengikuti latihan penyelamatan di laut, tahu cara menghemat tenaga. Tapi setelah 30 menit ia mulai menggigil. Kakinya terasa kaku. Di antara ombak ia tahu akan sulit bagi team SAR menemukannya. Sementara, luka di keningnya terus mengucurkan darah. Bramanca tahu hal itu dapat mengundang datangnya kawanan hiu. Ia harus menyelamatkan hidup. Ia tak mau menyerah. Kalau memang harus mati di sini, doanya. Tuhan, ampunilah segala dosaku.
Tiba-tiba ia merasa satu hantaman keras pada kakinya. Seekor hiu! Bramanca diam. Mereka datang, gumamnya. Mereka pasti kembali. Pukul 10 malam ia merasa jaket pelampungnya mulai hilang kekuatan. Ia berusaha agar kepalanya berada di permukaan air.
Tetes air hujan ditelannya.
Air laut memedihkan matanya.
Ia berdoa tak putus-putus.
Langit kembali terang.
Bramanca melihat bintang-bintang yang gemerlapan di angkasa. Satu bintang tampak terpisah dari yang lain, bergerak ke arahnya. Mungkin bintang itu menunjukkan padaku ke mana aku harus pergi, pikirnya. Ya, Tuhan, selamatkan hambaMu yang tak punya daya ini.
Selesai mengisi bahan bakar, Letnan Sarifudin membawa helikopter kembali ke tempat kecelakaan. Sebuah helikopter angkatan laut menemani. Pencarian tak membawa hasil. Mereka lalu kembali. Pencarian akan dilakukan esok pagi. Di laut, Bramanca membayangkan angkasa dipenuhi pesawat yang mencarinya.
Tengah malam lewat.
Satu hantaman di kakinya membuat Bramanca seketika panik.
Kembali seekor hiu muncul.
Saat fajar, sekumpulan hiu bergerak ke arahnya.
Seekor hiu sapi menyerang.
Bramanca melawan. Dijejakkan kakinya dan berhasil menghantam kepala si hiu.
“Aku belum ingin mati!” serunya.
Lalu dua ekor hiu sapi kembali menyerang. Keduanya berhasil dihalau oleh jejakan kakinya. Kemudian seekor hiu martil menyerang. Dan berhasil diusirnya. Bramanca sangat ngeri saat hiu biru muncul. Tubuhnya gemetar hebat. Ia lega sewaktu makhluk itu pergi.
Bramanca merasa tenaganya kian lemah. Hiu-hiu itu telah membuat tenaganya terkuras. Luka di keningnya pun kian parah. Sayup-sayup di kejauhan terdengar deru mesin. Lalu dilihatnya sebuah helikopter. Namun segera lenyap dari pandangan. Tak lama muncul kembali. Tampak tengah mengadakan pencarian. Ketika helikopter itu berada pada jarak setengah mil, Bramanca melambai-lambaikan jaket pelampungnya.
Pesawat mendekat.
Lalu berada di atasnya.
Bramanca terus melambai-lambaikan jaket pelampungnya, sambil berusaha agar kepalanya tetap berada di permukaan air. Keluhnya, “Kenapa mereka tak juga melihatku?” Di pesawat, Letnan Sarifudin mengarahkan pandangannya ke bawah, berharap dapat melihat boat Bramanca. Tiba-tiba penglihatannya melihat seseorang timbul tenggelam di antara ombak.
“Lihat ada orang di sana!”
Dikirimnya radio ke kapal penjaga pantai.
Ko-pilot Kusnadi melemparkan alarm asap untuk menuntun kapal penjaga pantai ke lokasi. Di bawah, ia melihat Bramanca berenang mati-matian. Di belakang laki-laki malang itu seekor hiu besar membuntuti. Letnan Sarifudin sangat cemas. Serunya pada kapal penjaga pantai melalui radio, “Cepat! Seekor hiu sedang membuntuti orang itu!”
Kapal penjaga pantai melaju kencang ke tempat Bramanca. Si hiu menjauh. Ketika dekat segera diturunkan tangga. Bramanca berusaha meraih, dan berhasil. Ia bergantungan, tak mampu memanjat. Dua orang turun membantu. Bramanca berhasil dinaikkan ke kapal.
Saat itu pukul 9 pagi.
Berarti, Bramanca telah terapung di laut selama lebih dari 15 jam.
Ia lalu dibawa ke rumah sakit di Tanjungpandan. Setelah sembuh keluarganya membawanya pulang. Katanya pada mereka, “Tak percaya aku bila aku masih hidup. Tuhan, terima kasih.”
Subscribe to:
Posts (Atom)